Selasa, 30 April 2013
International Conference on Forests for Food Security and Nutrition
FAO, bersama dengan Center for International Forestry Research (CIFOR), ICRAF dan Bioversity International, menyelenggarakan konferensi ini untuk meningkatkan pemahaman akan sangat pentingnya peran yang dimainkan hutan, pepohonan yang ditanam dan sistem agrowana dalam memperkuat ketahanan pangan dan asupan gizi rakyat perdesaan, terutama di negara-negara yang sedang berkembang.
Konferensi ini hendak memaparkan cara-cara memadukan pemahaman ini dengan pengambilan keputusan dalam penyusunan kebijakan nasional maupun internasional. Diselenggarakan pada 13-15 Mei 2013 di Kantor Pusat FAO, Roma, Italia.
The FAO, with the Center for International Forestry Research (CIFOR), ICRAF and Bioversity International, present this conference to increase understanding of the crucial role that forests, trees on farms and agroforestry systems can play in improving the food security and nutrition of rural people, especially in developing countries. The conference will propose ways to integrate this knowledge in policy decisions at the national and international levels. Dates: 13-15 May 2013. Location: FAO headquarters, Rome, Italy.
Senin, 29 April 2013
ESCAP Minggu ini Berembuk di Bangkok
Asia Pasifik akan membahas upaya menyeimbangkan pilar-pilar pertumbuhan menuju pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Dalam pertemuan Komisi Sosial Ekonomi Asia Pasifik ke 69 tanggal 29 April 2013 negara-negara Asia-Pasifik yang sedang berupaya pulih dari krisis global akan bersama-sama membahas usaha-usaha pembangunan yang di bidang sosial dan ekonomi dirasakan lebih mensejahterakan rakyat tiap-tiap negara. Mencari pola pertumbuhan alternatif, pola kerjasama antar-negara, di tengah pelbagai ancaman yang dapat memubazirkan seluruh capaian pembangunan selama ini. Dikemukakan ajakan kepada semua pemerintah, ilmuwan, petani, pengusaha dan masyarakat konsumen untuk menjawab tantangan "Zero Hunger Challenge" dalam rangka ketahanan pangan.
Semoga sukses.
Bahan presentasi:
http://issuu.com/escap-publications/docs/escap-sustainable-development-brochure?mode=embed&viewMode=presentation&layout=http%3A//skin.issuu.com/v/light/layout.xml
Minggu, 28 April 2013
Gambang
Jika kesempatannya tepat, sesekali di
pendopo CINDE Nest dapat disediakan sebuah instrumen musik tradisional Jawa
yang disebut gambang. Di sore hari, suasana rehat akan indah sekali jika
dihiasi oleh suara gambang.
Gambang adalah salah satu instrumen dalam perangkat musik tradisional gamelan. Terdiri dari bilah-bilah dari kayu (terutama
pada umumnya) atau perunggu (khusus gambang di dalam kraton) yang dijajarkan pada kerangka wadah berongga yang merupakan resonator. Panjang bilah tidak
sama, untuk menghasilkan nada suara yang berbeda. Jumlah bilah dalam
satu set gambang umumnya antara 18-20, meliputi dua
oktaf.
Ada tiga jenis gambang berdasarkan warna suaranya: (1) gambang slendro, (2) gambang pelog barang, dan (3) gambang pelog nem.
Kamis, 25 April 2013
Lokasi CINDE Nest
Lokasi CINDE Nest tidak jauh dari Jl Kaliurang km 7,5. Jika dari arah kota Yogya, pada km 7,5 Jl Kaliurang masuk belok ke kanan di jalan sebelah Gardu PLN Banteng/Kentungan, yaitu Jl Banteng III, lurus saja masuk ke Jl Gambir Anom, lalu belok kiri masuk Jl Asmorodono. Kurang lebih 50 meter kemudian belok kanan, masuk Jl. Pangkur. Terus sampai ujung akhir, pada nomor 19 Anda sampai di CINDE Nest. Bersebelahan dengan Gelanggang Futsal D-Four.
Jika Anda masuk dari Jalan Lingkar Utara (Ring-road), masuk jalan Anggajaya di hadapan Terminal Bus Condong Catur, terus saja ke utara. Belok kanan sedikit, lalu belok kiri masuk Jl Sukoharjo. Jangan belok-belok, ikuti saja jalan lurus ini, memasuki Jl Rajawali sampai habis. Belok kanan sedikit, lalu belok kiri, Anda masuk Jl Durmo. Terus saja sampai Jl Durmo habis sekitar 100m panjangnya. Jika Anda terus, Anda memasuki Jl Kubus. Tapi beloklah ke kiri, Anda sampai di Jl Pangkur. CINDE Nest terletak di sebelah kiri jalan.
SELAMAT DATANG! WELCOME! SUGENG RAWUH!
Sebagai petunjuk, pelajari peta Ganjuran Condongcatur berikut: Garis jalan paling atas (utara) dalam peta Ganjuran/Manukan ini adalah Jalan Pangkur.
http://wikimapia.org/#lang=en&lat=-7.744834&lon=110.399463&z=15&m=b&permpoly=16617275
Jumat, 19 April 2013
Workshop, Rapat Kerja, Pelatihan
Pada dasarnya, CINDE Nest adalah tempat atau bengkel
kerja. Di sini LSM/NGO Cindelaras Paritrana menyelenggarakan aneka lokakarya,
rapat-kerja dan pelatihan di bidang kerjanya.
Maka para mitra LSM/NGO Cindelaras Paritrana, baik
lembaga bisnis, pendidikan, LSM/NGO, lembaga-lembaga lain juga dapat
memanfaatkan CINDE Nest untuk keperluan yang sama dengan biaya ringan.
CINDE Nest Caretaker
CINDE Nest tentu saja bukan sekedar rumah dan isi perabotannya. Tetapi juga pengurus. Caretaker, yang sehari-hari menjadwal penggunaan ruang-ruang, menata ruang sesuai maksud penggunaannya atau acaranya, menyiapkan pelbagai peralatan yang diperlukan, termasuk konsumsi, dan memelihara kerapian dan kebersihannya. Pokoknya penanggungjawab tatagraha CINDE Nest.
Pengurus harian CINDE Nest adalah Antonius Gatot Wasito. Orangnya ramah dan bersahaja. Terkesan lembut. Tapi juga bisa keras dan sangar. Maklum, tugasnya termasuk menjaga tata-tertib dan keamanan rumah juga. Ia menerapkan konsep CINDE Nest sebagai "homestay", dan setiap orang yang tinggal di situ ikut berpartisipasi bertanggungjawab atas penyelenggaraan rumah. Jika memerlukan gelas, piring, sendok, disediakan dalam keadaan bersih. Maka siapa pun sesudah menggunakan barang-barang itu harus mengembalikan ke tempatnya lagi dalam keadaan bersih juga. Tidak ada yang namanya "pembantu" di CINDE Nest.
Kamis, 18 April 2013
Pendopo
A Pendopo or Pendapa is a fundamental element
of Javanese architecture; a large pavilion-like structure built on columns.
Either square or rectangular in plan, it is open on all sides and provides
shelter from the sun and rain, but allows breeze and indirect light. The word
pendopo is a variant on the Sanskrit word mandapa ('hall'). The Dutch writer
Multatuli in his colonial reformist novel Max Havelaar described the pendopo as
"next to a broad-rimmed hat, an umbrella or a hollow tree, a pendopo is undoubtedly
the simplest representation there is of the concept of 'roof'".
Derived from ancient Javanese architectural
elements, pendopo are common ritual spaces primarily intended for ceremony, and
also for a variety of purposes such as receiving guests in the compounds of
wealthy Javanese, and even as cottage industry work spaces. Pendopo can be
constructed as a stand alone structure or attached to walled inner structure
called dalem, it formed the front part of Joglo, Javanese traditional house.
CINDE NEST
has two “pendopo” structures. One, the bigger, stands in the front, and another
smaller one in the back yard. We use them for various purposes.
CINDE Nest, Sanggar Karya Cindelaras
Dear
Friends,
This blog CINDE NEST is about the place, the main venue where NGO Cindelaras Paritrana works. Then we refer it as Cindelaras Workshop. Here we spawn ideas, cultivate and enrich them with all dimensions and aspects, weigh the various possibilities at hand, and make decision to implement them. All is aiming to empower “wong cilik”, the poor and the marginalized people, to be able to have their basic rights, seeking justice and peace, to the general welfare. Of course we are not alone. Our friends who are the main actors in the struggle will fought with their full participation, we are their companion and facilitator. Result of the struggle was entirely theirs. De Populo ad populum. Of the people for the people. We are blessed satisfaction of their welfare.
This blog CINDE NEST is about the place, the main venue where NGO Cindelaras Paritrana works. Then we refer it as Cindelaras Workshop. Here we spawn ideas, cultivate and enrich them with all dimensions and aspects, weigh the various possibilities at hand, and make decision to implement them. All is aiming to empower “wong cilik”, the poor and the marginalized people, to be able to have their basic rights, seeking justice and peace, to the general welfare. Of course we are not alone. Our friends who are the main actors in the struggle will fought with their full participation, we are their companion and facilitator. Result of the struggle was entirely theirs. De Populo ad populum. Of the people for the people. We are blessed satisfaction of their welfare.
From this house, everything was started and proceed.
The house then we show in a separate blog, and we write down our thoughts, our ups and downs in this house, we pour in the posts within.
This house, CINDE Nest, is open to you all, my friends.
Please come. Stop in our home here. If you are from outside Yogyakarta and needed a place to stay in ours, please contact us. We will prepare a modest place with a very light charge.
CINDE NEST
Jl. Pangkur 19
Ganjuran-Manukan, Condongcatur
Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta 55283 Indonesia
Phones: +62 274 889611 and +62 274 889612
Langganan:
Komentar (Atom)








